Jasa SEO murah dan profesional silakan hubungi 0812-1413-345 ūüėä

Hukum Gadai Menurut Empat Imam Madzhab

Bagaimana hukum gadai menurut empat imam madzhab? Bagi orang-orang tertentu, gadai merupakan salah satu solusi ketika membutuhkan sesuatu tetapi keuangan mepet.

Namun banyak pendapat pro-kontra yang menyatakan bahwa dalam transaksi gadai terdapat riba, padahal dalam Islam riba itu haram.


Pada satu karya ilmiah terdapat penjelasan mengenai ‚ÄúTinjauan Syariah tentang Pegadaian Syariah‚ÄĚ. Maka dalam artikel ini kami hendak mengulas penjelasan dalam karya ilmiah tersebut.

Ketentuan Gadai dari Dewan Syariah Nasional

Fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional) menyatakan bahwa pinjaman dengan menggadaikan barang sebagai jaminan utang dalam bentuk rahn diperbolehkan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Murtahin (penerima barang) mempunyai hak untuk menahan marhun (barang) sampai rahin (yang menyerahkan barang) melunasi semua utangnya.
  2. Marhun dan manfaatnya tetap menjadi milik rahin. Pada prinsipnya murtahin tidak boleh memanfaatkan marhun kecuali seizin rahin, dengan tidak mengurangi nilai marhun dan pemanfaatannya itu sekadar pengganti biaya pemeliharaan perawatannya.
  3. Pemeliharaan dan penyimpanan marhun pada dasarnya menjadi kewajiban rahin, namun murtahin juga dapat melakukannya, sedangkan biaya dan pemeliharaan penyimpanan tetap menjadi kewajiban rahin.
  4. Penentuan besar biaya administrasi dan penyimpanan marhun tidak boleh berdasarkan jumlah pinjaman penjualan.
  5. Apabila jatuh tempo, murtahin harus memperingatkan rahin untuk segera melunasi hutangnya.
  6. Apabila rahin tetap tidak melunasi hutangnya, maka murtahin akan menjual paksa atau mengeksekusi marhun.
  7. Hasil penjualan marhun dapat menjadi solusi untuk melunasi hutang, biaya pemeliharaan dan penyimpanan yang belum dibayar serta biaya penjualan.
  8. Kelebihan hasil penjualan menjadi milik rahin dan kekurangannya menjadi kewajiban rahin.

Pada dasarnya, barang agunan hanya sebagai jaminan piutang. Apabila orang yang memiliki utang tidak mampu melunasinya, ia boleh menjual atau menghargai barang tersebut untuk melunasi piutangnya.

Gadai Menurut Empat Imam Madzhab

Gadai menurut empat imam madzhab, yaitu sebagian ulama Hanafiyah memperbolehkan bagi murtahin untuk memanfaatkan barang agunan apabila rahin telah mengijinkan, maka tidak ada halangan bagi murtahin untuk memanfaatkannya.

Baca juga: Al-Maqashid atau Maslahat Dharuriyyat Menurut Imam Syatibi

Akan tetapi sebagian ulama Hanafiyah lainnya, ulama Malikiyah dan ulama Syafi’iyah berpendapat sekalipun rahin mengijinkan, tetap tidak boleh karena memanfaatkan barang agunan merupakan riba yang syara’ tidak membolehkannya.


Ulama Hanabilah berpendapat bahwa apabila barang agunan berupa hewan, maka murtahin berhak untuk mengambil susunya dan mempergunakannya sesuai dengan jumlah biaya pemeliharaannya yang telah ia keluarkan.


Sumber: Tinjauan Syariah tentang Pegadaian Syariah (Rahn), AN-NISBAH, Vol. 01, No. 01, Oktober 2014.