Jasa SEO murah dan profesional silakan hubungi 0812-1413-345 😊

Tak Perlu Cari Passion, Cukup Lakukan Apa Yang Kita Bisa

Terkadang, saya melihat sebagian orang, termasuk saya, masih terus mencari passion. Beberapa dari mereka, dan saya sendiri pastinya, selalu ingin melakukan sesuatu yang sesuai dengan passion. Bagi saya itu sangat wajar dan sangat manusiawi.

Masalahnya, menentukan passion itu gampang-gampang susah. Kadang, malah terjebak dalam situasi yang terus mencari, baca terlalu banyak pilah-pilih akhirnya, dan yang ada malah stag. Lebih masalah lagi kalo ternyata passionnya buang-buang waktu saja, seperti saya.


Dalam hemat saya, sambil terus mencari, tak ada salahnya jika kita mencoba untuk  terus melalukan sesuatu apa pun yang bisa kita lakukan. Tak perlu mahir, minimal ada bakat meskipun hanya 1% tak masalah. Kata pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Kenapa Kita Mencari Passion?

Sesekali kita mungkin perlu bertanya kepada diri kita sendiri. Kenapa kita terus mencari passion? Kenapa apa yang kita lakukan musti sesuai dengan passion? Jika ujung-ujungnya demi kebahagiaan, nasehat Albert Camus yang satu ini mungkin bisa kita dengarkan.

Albert Camus adalah seorang penulis sekaligus filsuf Prancis kelahiran Aljazair. Lebih tepatnya, seorang penulis eksistensialis, meski kadang juga disebut sebagai seorang absurdis.


Menurut Camus, kita tidak akan pernah bahagia selama kita terus mencari kebahagiaan itu sendiri. Selama kita mencari, kita mungkin justru akan sibuk dan sumpek dalam pencarian itu. Berhentilah mencari dan bahagialah saja sekarang juga, begitu kira-kira tambah Camus.

Saya kenal Albert Camus dan nasehat tersebut lewat Ngaji Filsafat MJS Dr. H. Fakhruddin Faiz, via Youtube. MJS adalah singkatan dari Masjid Jendral Sudirman, tempat Ngaji Filsafat digelar sebelum ada pandemi Covid-19.

Perlukan Kita Mencari Passion?

Mungkin, kita tidak perlu mencari passion sebenarnya. Kita hanya butuh melakukan sesuatu yang bisa kita lakukan secara terus menerus. Seperti kata Dewa-19, biarkan cinta (passion) itu datang karena terbiasa. Jika begitu, apa pun yang kita lakukan, tekun adalah kunci utamanya.

Baca juga: Saya Tak Tahu Apa-Apa Tentang IT, Awalnya dan Sekarang Juga

Bagi yang suka menulis, mungkin bisa menulis satu tulisan (300-500 kata mungkin) dalam sehari. Bagi yang suka menggambar, mungkin bisa menggambar satu gambar dalam sehari, dan sebagainya.


Akhir kata, salah satu hal yang realistis bagi saya, apapun passionnya pastikan kita sudah melakukan sesuatu yang bisa setidaknya membuat kita survive. Mungkin itu hanya soal membagi waktu. Sederhananya, passion saja mungkin tidak cukup. Kita juga harus tetap hidup dan menjalankan kewajiban kita dalam kehidupan sehari-hari.